Kisi Kisi Soal Ulangan Harian Ke 2
Siapapun yang memandang segala penjuru jagat raya dari galaksi raksasa diangkasa hingga mahluk hidup dialam dan dari tubuhnya sendiri hingga sel kasat mata akan melihat tatanan dengan keteraturan dan disain sempurna. Dunia yang kita huni dilengkapi kehidupan dengan sistem sempurna yang mengagumkan. Beragam mahluk hidup yang menakjubkan dari burung hingga tumbuhan dan dari ikan hingga serangga yang tidak memiliki kecerdasan atau akal dan bahkan tak memiliki otak selalu membuat kita kagum dengan prilaku cerdas dan sempurna mereka. Kebanyakan prilaku ini mengherankan manusia, manusia dengan segala ilmu pengetahuannya tak mampu memahami sebagian prilaku ini apalagi menirunya. Di sistem pertahanan perkembang biakkkan dan beburu yang sangat rumit dari serangga yang termasuk binatang jenis ini menunjukkan disain yang mengagumkan pada serangga. Jumlah populasi serangga sangat menakjubkan. Untuk setiap manusia di bumi terdapat 200 juta serangga. Ini setara dengan 10 juta serangga per km2 .Terdapat 30 juta jenis serangga banyak diantaranya bahkan belum diberi nama. Kumbang pembom adalah serangga yang menjadik obyek dari sejumlah besar penelitian. Yang membuatnya menarik banyak perhatian adalah senjata kimia sangat canggih dalam tubuhnya yang memiliki panjang sekitar 2 cm. Ketika terancam musuh larutan pedih yang panas mendidih terbentuk dalam tubuhnya, lalu serangga menyemprotkan zat kimia ini kearah musuh melalui lubang di bagian belakang tubuhnya. Ketika menghalau musuh dengan cara ini kumbang pembom sendiri tak memahami bahwa prilakunya sungguh menakjubkan. Senjata kimia ini adalah hasil reaksi kimia berantai sangat rumit yang terjadi dalam tubuh serangga. Sejumlah organ khusus bernama kantung sekresi menghasilkan campuran sangat pekat yang terbentuk dari dua zat kimia Hidrogen feroksida dan Hidroquinon. Campuran ini lalu dikirim ke bilik penyimpanan yang disebut kantung pengumpul. Kantung pengumpul terhubung dengan ruangan kedua yang dinamakan bilik ledakan. Ketika kumbang merassa terancam ia menegangkan otot-otot di dekitar bilik penyimpanan dan bilik ini mendadak berkontraksi, serentak katup pemisah antara bilik penyimpanan dan bilik ledakan membuka. Ini memaksa larutan kimia memasuki bilik ledakan. Segera setelahnya katup bilik ledakan tertutup. Ketika larutan kimia bercampur dengan katalis enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar ektodermal yang menempel pada bilik ledakan reaksi berantai terjadi. Reaksi ini menghasilkan sejumlah besar panas, sehingga suhu larutan naik mencapai titik didih. Otot-otot sekitar saluran yang mengarah keluar dari tubuh kumbang memungkinkan semburan uap untuk diarahka kesumber ancaman, dan kumbang membakar musuhnya dengan menyemprotkan cairanyang dihasilkan kearah musuh. Senjata kimia yangat ampuh mengusir musuh ini tak berbahaya bagi serangga ini, sebab bagian tubuh kumbang penghasil zat kimia ini dilapisi dengan bahan tahan panas.
Kumbang kura-kura meski lebih kecil dari kumbang mungil dibak dia berkaki besar dilihat dari ukuran tubuhnya. Perthanan diri serangga ini bergantung pada kaki dan tempurungnya. Ketika terancanm musuh ia menarik antena dan kakinya kedalam dan menempel erat menyerupai alat penghisap. Bagian dalam tempurung dirancang agar dapat menyimpan antena dan bagian kaki agar dapat ditarik masuk kedalam. Bentuk seperti ini menjadikan tubuhnya mustahil untuk di bolak-balikkan. Semut yang berusaha membalikkan binatang ini hendak mencapai jaringan lunak dibawah tempurung dan melukainya tapi semut tidak
mampu membalikkannya karena sistem pertahanannya. Meski ukurannya lebih besar semut akhirnya menyerah kurang dari 1 menit setelah bersusah payah. Ketika diaamati dengan mikroskop kaki-kakinya nampak memiliki 60 ribu rambut, pad a mikroskop elektron rambut rambut-rambut ini terlihat bercabang dua membentuk garpu dan memiliki telapak spon lunak pada ujung-ujungnya. Pengamatan lebih dekat pada permukaan tempat mereka menempel menampakkan bekas minyak berbentuk butiran berjumlah ribuan. Minyak yang dihasilkan dalam kelenjar pada akar rambut mengalir pada pembuluh-pembuluh sempit, dan dari sini mengalir keujung rambut dan membasahi jaringan spon. Alasan kenapa tubuh serangga ini tak dapat dibalikkan musuhnya adalah karena rambut-rambut ini menempel erat pada permukaan seperti alat penghisap.
Kunang-kunang dilengkapi dengan sistem mengagumkan. Serangga ini memiliki organ dalam tubuhnya yang memancarkan cahaya berpendar. Cahaya ini sangat penting bagi kelestarian jenisnya. Sebab kunang-kunang betina dan jantan mengenali jenis kelamin masing-masing berdasarkan cahaya mereka. Organ berpendar kunang-kunang terdiri atas 3 lapisan. Sel-sel lapisan penghasil cahaya ada pada lapiasan paling bawah, sel-sel ini bertugas menghasilkan zat bahan bakar. zat ini bereaksi dengan oksigen dibawah kendali suatu enzim, akibat reaksi kimia ini cahaya berpendar pertama-tama di teruskan kelapisan cekung terdekat dan kemudian kelapisan transparan bagian atas dimana cahaya ini dipantulkan. Kuallitas sempurna dan tingkat produktivitas 98 % cahaya berpendar ini mengejutkan para ilmuwan yang meneliti kunanng-kunang. Bola lampu yang digunakan manusia untuk penerangan hanya mampu mengubah 5% persen dari energi yang diterimanya menjadi cahaya 95 % sisanya terbuang dalam bentuk panas. Karena panas 95 % yang dihasilkan inilah kita tidak tahan menyentuh bola lampu yang sedang menyala. Meski kunang-kunang menghasilkan cahaya hampir 20 kali lebih besar dari bola lampu suhu kunang-kunang tidak naik karena sifat dingin cahaya mereka.
Selain binantang pemangsa terdapat pula sejumlah tumbuhan yang beburu dengan cara mengagumkan , salah satunya adalah tumbuhan pemangsa serangga Venus. Yang menangkap dan memakan serangga yang hinggap padanya. Tumbuhan ini menarik perhatian serangga dengan warna merah daunnya yang menawan. Serangga ini tergoda oleh aroma sedap yang dihasilkan kelenjar-kelenjar disekitar dedaunan dan hinggap diatas tumbuhan tanpa ragu. Saat mendekati sumber makanan ia menyentuh rambut-rambut yang tampak tak berbahaya pada permukaan tumbuhan ini. Ketika merasakan sentuhan serangga tumbuhan ini mendadak menutup rapat daun-daunnya. Terjepit diantara dedaunan serangga ini menyebabkan daun mengapit semakin erat akibat kepakan sayapnya yang menyentuh rambut berulang-ulang. Tumbuhan ini lalu mengeluarkan caira pelarut daging. Dalam sekejab ia melumatkan mansanya seperti bubur dan kemudian memakannya, Tumbuhan menutup daunnya lebih cepat diabanding gerakan tercepat menutupnya jari jemari tangan manusia.
Bagaimana tumbuhan yang tak memiliki otot atau kerangka ini mampu melakukan gerakan kilat ?
Terdapat sistem listrik yang sangat rumit dalam alat perangkap venus. Efek mekanik diteruskan akibat sentuhan serangga diteruskan ke reseptor dibawah rambut-rambut tumbuhan ini, sinyal-sinyal listrik yang dikirim oleh reseptor lalu dibawa ke sel – sel motorik yang mengakibatkan daun melakukan gerakan yang mendadak . Dan akhirnya mekanisme ini diaktifkan untuk menangkap serangga. Segera setelah sel-sel motorik sempurna ini menerima rangsangan listrik mereka merubah konsentrasi air dalam tubuh mereka . Sel –sel bagian dalam alat perangkap mengeluarkan air dari tubuhnya dan menyusut, peristiwa ini mirip balon mengempis. Sebaliknya sel- sel bagian luar alat perangkap menyerap kelebihan air dan mengembang .Proses ini terjadi secara cepat sehingga tumbuhan menutup daunnya dengan kecepatan tinggi. Disampingka itu kelenjar pencerna pada perangkap juga diaktifkan , akibat rangsangan kelenjar ini mengeluarkan cairan untuk melumatkan serangga perlahan-lahan. Mesti sangat ampuh untuk melarutkan protein cairan kimia ini tak membahayakan daun-daun pada alat perangkap venus. Begitulah venus menyantap bubur mangsanya yang telah berubah menjadi semangkuk sup yang kaya protein. Seusai makan mekanisme yang sebelumnya membuat alat perangkap menutup, kini bekerja sebaliknya untuk membukanya. Untuk mengaktifkan perangkap rambut-rambutnya harus disentuh dua kali berturut-turut. Akibat mekanisme aksi ganda ini alat perangkap tak pernah menutup tanpa tujuan misalnya perangkap tak menjadi aktif ketika setetes hujan jatuh mengenainya.
Tumbuhan Sundew di Afrika Selatan tumbuh ditanah tandus.
Daun-daun tumbuhan ini dipenuhi rambut merah panjang ujung rambut ini dilapisi oleh cairan yang amat kental dengan bau khas yang menarik serangga. Serangga yang pergi menuju sumber bau ini akan menempel lekat pada rambut dan berusaha melepaskan diri dari salah satu perekat terkuat di dunia ini. Saat serangga berjuang untuk lepas daun panjang melipat kebawah untuk menjepit serangga lebih erat. Segera setelah tumbuhan menjepit mangsanya ia mencerna serangga perlahan-lahan dan memperoleh protein esensial bagi tubuhnya. Setelah mencerna seluruh bagian serangga yang dapat dimakan tumbuhan sundew membuka dan memasang perangkapnya lagi. Sungguh menarik bahwa perekat kuat yang menahan serangga agar tidak lepas tidak menghambat tumbuhan gerakan tumbuhan ini sama sekali.
Semua tumbuhan mendapatkan makanan melalui sistem yang diciptakan secara khusus oleh Allah untuk mereka hal ini dinyatakan dalam alquran.
“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan ALLAh lah yang memberi rizkinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya semuanya tertulis dalam kitab yang nyata”. (surah Hud :6)
Penyamaran Pada mahluk hidup.
Cheetah
Cheetah atau citah (dari bahasa Sansekerta Chitraka berarti "berbintik") (Acinonyx jubatus) adalah anggota keluarga kucing (Felidae) yang berburu mangsa dengan menggunakan kecepatan dan bukan taktik mengendap-endap atau bergerombol.
Hewan ini adalah hewan pelari tercepat di antara hewan darat dan dapat mencapai kecepatan 110 km/jam dalam waktu singkat sampai 460 m, dengan akselerasi 0 - 100 km/jam dalam waktu 3,5 detik, lebih cepat dari beberapa supercar.
Konon, selama bertahun-tahun Cheetah hanya dikenal sebagai cerita hantu. Menurut cerita, binatang pemangsa besar dengan garis-garis mirip macan ditubuhnya ini, sering membawa kabur orang-orang yang berada di perbatasan Mozambique.
Penduduk sering memberi julukan "magwa". Cerita atau isu adanya Cheetah terbukti kebenarannya ketika Paul dan Lena Bottriel berhasil memotretnya pada tahun 1975.
Deskripsi
Karakteristik Tubuh
Panjang tubuh cheetah berkisar antara 180 cm hingga 240 cm. Bobot tubuhnya mencapai 43 kg hingga 67 kg. Warna tubuh cheetah bervariasi dari kekuningan hingga kecokelatan dengan bintik-bintik bulat hitam, berukuran 2 – 3 cm di sekujur tubuh, yang berfungsi sebagai kamuflase, saat berburu..
Cheetah memiliki kepala kecil, leher panjang, punggung yang fleksibel, dada dalam, pinggang yang sempit, dan kaki yang kuat. Bentuk tubuh yang aerodinamis tersebut memungkinkan cheetah untuk melompat dan berlari dengan kecepatan tinggi. Namun demikian, stamina cheetah tidak bertahan lama. Tidak seperti keluarga kucing lainnya, cakar cheetah tidak dapat ditarik masuk.
Tidak ada bercak putih di bawah, tetapi ekor memiliki bintik-bintik, yang bergabung empat/enam membentuk untuk lingkaran hitam di bagian akhir. Ekor biasanya berakhir dengan lebat berjambul putih. Cheetah memiliki kepala kecil dengan mata tinggi. ” Tanda air mata hitam” dari sudut matanya menuruni sisi hidung ke muaranya untuk menjaga sinar matahari keluar dari mata dan untuk membantu dalam berburu dan melihat jarak jauh. Walaupun dapat mencapai kecepatan tinggi, tubuhnya tidak tahan lama lari jarak jauh. Cheetah adalah pelari cepat.
Cheetah dewasa beratnya 40-65 kg. Panjang tubuh totalnya adalah 115-135 cm, sementara ekor dapat mencapai panjang 84 cm. Jantan cenderung sedikit lebih besar dibandingkan. Dibandingkan dengan ukuran macan tutul, cheetah umumnya bertubuh pendek, tapi ekor lebih panjang dan lebih tinggi (rata-rata sekitar 90 cm) dan sehingga tampak lebih ramping.
Sosialisasi Cheetah
Cheetah di alam bebas dapat dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok keluarga atau sebuah koalisi. Kelompok keluarga / betina dan jantan.
Cheetah Betina - Betina muda biasanya menempati kisaran yang sama seperti ibu mereka meskipun semua betina soliter. Sarang mencakup 833 kilometer persegi (322 mil persegi).
Cheetah Jantan – Jarang cheetah jantan hidup sendirian. Umumnya 2 atau 3 cheetah jantan membentuk kelompok.
Kelompok kecil ini akan hidup dan berburu bersama-sama untuk hidup dan biasanya klaim daerah yang luas yang mungkin tumpang tindih beberapa wilayah dengan betina. Ukuran wilayah rata-rata jantan adalah 37,4 kilometer persegi (14,4 mil persegi). Jantan muda mencari area pada jarak yang sangat jauh dari induk mereka, kadang-kadang sejauh 482 kilometer (300 mil).
Makanan Cheetah
Cheetah adalah karnivora dan makan berbagai hewan kecil. Cheetah memangsa mamalia, antara lain burung unta, kijang, dan antelop. Cheetah berburu mangsa di siang hari, baik dalam kelompoknya maupun secara individu.
Cheetah mengintai mangsanya sedekat mungkin dari balik semak atau pepohonan. Lalu, cheetah akan menyerang secara mendadak dan menggigit mangsanya dengan rahang kuat dan gigi-gigi tajamnya. Setelah mangsa dilumpuhkan, cheetah menyeret hasil buruannya ke tempat sepi, makan dengan cepat, serta tetap waspada dari predator lain yang akan merebut hasil buruannya. Cheetah minum setiap 3 hingga 4 hari sekali.
Cheeatah suka untuk memindai pedesaan dari dahan pohon atau bagian atas gundukan rayap. Kemudian ia mengejar kucing besar lainnya dari jarak beberapa ratus meter. Cheetah mampu mengejar sampai sejauh 3,4 mil (5.500 meter), pada kecepatan rata-rata 45 mil per jam (72 km/jam). Mengintai adalah sama pentingnya dengan cepat sprint: biasanya ia akan menyelinap sejauh 50 meter (46 meter) dari calon korban sebelum diakhiri memburu mangsanya dengan mengandalkan kecepatan larinya.
Kendali sprint ini biasanya hanya akan berlangsung selama sekitar 20 detik dan hampir tidak pernah melebihi 1 menit penuh. Jika berhasil menangkap mangsanya, binatang tersebut akan mati lemas karena cheetah menggigit dan menjepit tenggorokan binatang buruannya, kadang-kadang hal itu dilakukannya selama 5 menit. Binatang kecil seperti kelinci dibunuh oleh gigitan sederhana melalui tengkorak.
Cheetah memiliki kebiasaan makan yang bersih luar biasa: mereka tidak kembali untuk membunuh, setelah makan dan mereka juga tidak makan bangkai; mereka meninggalkan kulit, tulang dan isi perut mangsa mereka.
Kehidupan Cheetah
Cheetah betina mengandung anaknya dalam waktu 3 bulan. Induk cheetah dapat melahirkan hingga empat ekor anak. Cheetah dapat berumur antara 10 hingga 12 tahun. Pada dasarnya, cheetah merupakan hewan penyendiri.
Beberapa saat setelah kawin, cheetah jantan menemani betinanya. Namun, induk cheetah seringkali ditemukan sendirian atau bersama anak-anaknya.
Cheetah melahirkan anaknya di area terpencil. Anak cheetah yang baru lahir tidak membuka matanya hingga seminggu atau dua minggu. Saat induknya berburu, anak-anak cheetah disembunyikan di tempat aman. Setelah berusia 6 minggu, anak cheetah sudah mampu mengikuti induknya berburu. Anak cheetah menyusu kepada induknya selama 2 hingga 3 bulan. Namun, mereka sudah mulai makan daging sejak berumur 3 minggu.
Menginjak usia 4 bulan, tubuh anak cheetah berwarna kuning kecokelatan dan hampir seluruhnya tertutup oleh totol. Cheetah tidak mengaum seperti singa. Mereka mendengkur, mendesis, mendengking, dan menggeram. Kelompok cheetah memiliki bahasa isyarat, yang paling umum adalah menyerupai suara kicauan burung.
Dan ketika mereka berusia sekitar 6 bulan, maka sang induk akan menangkap mangsa hidup-hidup bagi mereka untuk latihan membunuh.
Klasifikasi Cheetah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Carnivora
Family: Felidae
Subfamily: Felinae
Genus: Acinonyx
Species: A. jubatus
King Cheetah
Beberapa jenis cheetah memiliki bulu yang jarang. Seperti halnya jenis “raja cheetah”, ia memiliki bintik-bintik yang lebih besar. Awalnya cheetah jenis ini dianggap sebagai subspesies yang terpisah, tetapi ternyata hanyalah mutasi cheetah Afrika. ‘Raja cheetah’ hanya terlihat di alam bebas beberapa kali, tetapi sekarang telah banyak dibesarkan di penangkaran.
Cakar cheetah memiliki semi-retractable claws (dikenal hanya dalam tiga spesies kucing lain: Fishing Cat, Flat-headed Cat dan Iriomote Cat) yang mampu memberikan cengkeraman ekstra pada saat melakukan pengejaran, berkecepatan tinggi. Struktur cakar ligamen cheetah adalah sama dengan kucing lain, hanya saja, pada varietas lain, cakarnya tidak memiliki selubung kulit dan bulu , sehingga cakarnya selalu terlihat.
Adaptasi, yang memungkinkan cheetah untuk berlari secepat itu tidak termasuk lubang hidung besar yang memungkinkan untuk meningkatkan asupan oksigen, dan pembesaran jantung dan paru-paru yang bekerja sama untuk mengedarkan oksigen secara efisien. Selama pengejaran, laju pernafasannya bisa meningkat 60-150 napas per menit.
Ketika beroperasi, selain memiliki traksi yang baik karena adanya semi-retractable claws(cakar yang dapat ditarik masuk), cheetah menggunakan ekornya sebagai kemudi-seperti alat kemudi yang memungkinkannya untuk membuat tikungan secara tajam, juga diperlukan untuk mengepung mangsa binatang yang sering berubah arah, dalam upaya untuk melarikan diri.
Tidak seperti kucing besar lainnya, cheetah bisa mendengkur seperti menghirup, tetapi tidak dapat mengaum. Sebaliknya, kucing besar dapat mengaum, tapi tidak bisa mendengkur, kecuali saat menghembuskan napas.
Namun, cheetah masih dianggap oleh beberapa orang sebagai varian terkecil kucing besar. Meskipun sering keliru dengan macan tutul, cheetah memang memiliki ciri khas, seperti yang disebutkan di atas “coret tanda air mata” .
Kerangka tubuh cheetah juga sangat berbeda dengan macan tutul, terutama begitu dalam, lebih ramping dan ekornya lebih panjang dan, tidak seperti macan tutul, dengan bintik-bintik tidak diatur.
Cheetah adalah spesies yang rentan. Dari semua kucing besar, cheetah paling tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Itu selalu terbukti sulit untuk berkembang biak di penangkaran, meskipun beberapa kebun binatang baru-baru ini telah berhasil untuk berhasil dalam hal ini. Begitu banyak diburu untuk bulu, cheetah sekarang menderita lebih dari kehilangan habitat dan mangsa baik.
Cheetah terancam punah karena habitatnya bertambah sempit, berkurangnya mangsa, penyakit, dan tingginya tingkat kematian anak cheetah. Di beberapa daerah, 50-75 persen anak cheetah mati sebelum berusia 3 bulan.
Habitat Cheetah
Ada beberapa populasi geografis terisolasi cheetah, yang semuanya ditemukan di Afrika atau Asia Barat Daya. Populasi yang kecil ini, (diperkirakan sekitar lima puluh) bertahan hidup di Provinsi Khorasan Iran, di mana konservasionis, mengambil langkah-langkah untuk melindungi mereka. Hal ini dimungkinkan, meskipun mereka ragu, untuk menentukan berapa cheetah yang masih tetap hidup di India
Cheetah berkembang biak di daerah dengan tanah luas, di mana terdapat mangsa yang berlimpah. Cheetah suka tinggal di biotope terbuka, seperti semi-gurun, padang rumput, dan tebal kuas, meskipun dapat ditemukan juga di berbagai habitat. Di Namibia, misalnya, tinggal di padang rumput, savana, daerah padat vegetasi, dan daerah pegunungan.
Di sebagian besar bekas kisaran, cheetah itu dijinakkan oleh kaum bangsawan dan digunakan untuk berburu antelop dalam banyak cara yang sama seperti yang masih dilakukan dengan anggota kelompok anjing greyhound .
Reproduksi Cheetah
Betina mencapai kematangan dalam dua puluh empat bulan, dan jantan sekitar dua belas bulan (meskipun mereka tidak biasanya berpasangan sampai setidaknya tiga tahun), dan perkawin terjadi sepanjang tahun. Sebuah studi tentang cheetah di Serengeti menunjukkan bahwa betina secara seksual promiscuous (tidak membedakan) dan sering mempunyai anak dari banyak pejantan yang berbeda.
Betina melahirkan sampai sembilan anaknya setelah periode kehamilan. Cubs (bayi cheetah) beratnya 150-300 g pada saat lahir. Tidak seperti kucing lain, cheetah lahir dengan bintik-bintik khas. Cubs juga lahir dengan dasar bulu-bulu halus di leher mereka, yang disebut mantel. Ini meluas sampai ke punggung tengah.
Ini memberi mereka surai atau penampilan tipe-mohawk; bulu ini adalah gudang sebagai cheetah tumbuh lebih tua. Cubs meninggalkan ibu mereka, saat mereka berusia antara tiga belas sampai dua puluh bulan setelah kelahiran. Hidup cheetah sampai dua belas tahun di alam liar, tetapi sampai dua puluh tahun di penangkaran.
Dunia yang kita huni dipenuhi oleh kehidupan yang dilengkapi dengan sistem yang sempurna dan mengagumkan. Beragam makhluk hidup yang menakjubkan, dari burung hingga tumbuhan, dan dari ikan hingga serangga, yang kesemuanya tidak memiliki kecerdasan ataupun akal - dan terkadang bahkan tidak memiliki otak - senantiasa membuat kita kagum dengan perilaku cerdas dan sempurna yang mereka perlihatkan. Kebanyakan perilaku ini menjadikan manusia berdecak kagum dan terheran-heran. Manusia, dengan segala ilmu dan pengetahuannya bahkan tidak mampu memahami sebagian perilaku ini, apalagi menirunya. Di bawah ini, kita akan menyaksikan dua diantara beragam tumbuhan yang memiliki desain dan keahlian yang jauh melebihi apa yang dimiliki manusia.
Venus, Menggenggam Lebih Cepat dari Jari Jemari Manusia
Selain binatang pemangsa yang sering kita saksikan, ternyata terdapat pula sejumlah tumbuhan yang juga "berburu" dengan kemampuan menangkap mangsa yang sungguh mengagumkan. Salah satunya adalah tumbuhan pemangsa serangga yang bernama Venus. Tumbuhan ini memiliki sistem perangkap untuk menjebak, menangkap dan memakan serangga yang hinggap padanya.
Tumbuhan ini menarik perhatian serangga dengan warna merah daunnya yang menawan. Kendatipun ciri mengagumkan ini ada padanya, ia sendiri sama sekali tak menyadari akan hal ini. Serangga tergoda oleh aroma sedap yang dihasilkan kelenjar-kelenjar di sekeliling dedaunan tumbuhan Venus. Ia lantas terbang mendekat dan kemudian hinggap di atas tumbuhan tanpa rasa curiga sedikitpun akan bahaya yang mengintainya. Di saat bergerak ke sumber "makanan", ia menyentuh rambut-rambut yang seolah tampak tidak berbahaya pada permukaan tumbuhan tersebut.
Ketika merasakan sentuhan serangga yang menghampirinya, tumbuhan ini dengan segera bergerak melipat dan menutup rapat daun-daunnya. Gerakan ini membuat serangga terperangkap dan terjepit di antara daun-daun tersebut. Daun-daun ini mengapit semakin lama semakin erat akibat kepakan sayap serangga yang menyentuh rambut secara berulang-ulang. Tumbuhan ini kemudian mengeluarkan cairan "penghancur dan pelarut daging" pada tubuh serangga. Dalam waktu singkat, ia melumatkan mangsanya hingga menjadi seperti bubur dan kemudian memakan hidangan yang lezat ini.
Tumbuhan Venus memiliki kemampuan menutup daun-daunnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Lebih cepat dibandingkan dengan gerakan tercepat menutupnya jari-jemari tangan manusia. Buktinya, seringkali manusia tak mampu menangkap seekor lalat yang hinggap pada telapak tangannya, tapi tumbuhan Venus melakukannya dengan mudah. Yang menarik untuk diketahui adalah bagaimana tumbuhan yang tidak memiliki otot atau kerangka ini mampu melakukan gerakan yang sangat cepat tersebut?
Terdapat sistem elektrik yang sangat rumit pada tumbuhan Venus. Rangsangan yang diakibatkan oleh sentuhan tubuh serangga pada rambut-rambut Venus diteruskan ke reseptor (sistem penerima rangsangan) di bawah rambut-rambut tumbuhan tersebut. Reseptor lalu meneruskan rangsangan ini dalam bentuk signal-signal listrik ke sel-sel motorik yang menyebabkan daun-daun Venus melakukan gerakan cepat dan mendadak. Terakhir, mekanisme tersebut diaktifkan terus-menerus untuk menahan serangga agar tidak lepas.
Apa yang terjadi di tingkat sel motorik? Segera setelah sel-sel motorik ini menerima rangsangan listrik, mereka merubah konsentrasi air dalam tubuh mereka. Sel-sel di bagian dalam alat perangkap mengeluarkan air dari tubuhnya dan kemudian menyusut. Fenomena ini
mirip balon yang mengempis dan mengeluarkan udara. Sebaliknya, sel-sel di bagian luar alat perangkap menyerap kelebihan air dan mengembang. Proses ini terjadi secara cepat sehingga tumbuhan tersebut menutup daun-daunnya dengan kecepatan sangat tinggi.
Di samping itu, kelenjar pencernaan pada alat perangkap juga turut diaktifkan. Akibat rangsangan, kelenjar ini mulai mengeluarkan cairan untuk melumatkan dan melarutkan tubuh serangga secara perlahan-lahan. Meskipun sangat ampuh untuk melarutkan protein, cairan kimia ini tidak membahayakan daun-daun tumbuhan Venus itu sendiri. Dengan cara ini, tumbuhan Venus menyantap bubur mangsanya yang telah berubah menjadi semangkok sup kaya protein.
Seusai menyantap makanan, mekanisme yang sebelumnya menggerakkan alat perangkap Venus supaya menutup, kini bekerja sebaliknya untuk membukanya. Untuk mengaktifkan perangkap, rambut-rambut Venus harus disentuh dua kali berturut-turut. Dengan mekanisme aksi ganda ini, tumbuhan Venus tidak pernah menutup dengan sia-sia tanpa tujuan yang jelas. Misalnya, perangkap tidak akan menjadi aktif dan menutup ketika setetes air hujan jatuh mengenainya.
Di sini, yang sangat penting untuk diketahui adalah bahwa Venus, si pemburu yang ahli ini, tidak memiliki otak atau organ tubuh semisalnya, sehingga ia tidak mampu berpikir. Sungguh, Venus tidak menyadari kemampuannya yang luar biasa, yang menjadikannya mampu berburu serangga yang dapat terbang dengan cepat. Semua ini memperlihatkan adanya sistem perangkap, penangkapan dan penghancuran tubuh serangga dengan ketepatan yang sangat akurat, teknik dan desain sempurna pada bagian-bagiannya yang terkecil sekalipun.
Tak perlu dipertanyakan lagi, asal-usul desain semacam ini tak mungkin dijelaskan sebagai sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, secara kebetulan atau sekedar fenomena alam biasa. Jelas bahwa Pencipta Maha Agung yang mengatur seluruh alam inilah yang memberi tumbuhan Venus kemampuan luar biasa. Inilah ciptaan Allah yang tiada bandingnya. Dalam sebuah ayat Alqur'an, dinyatakan:
Dan berapa banyak binatang yang tidak dapat membawa rizkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Ankabuut, 29:60)
Sundew, Memiliki Lem Paling Kuat di Dunia
Tumbuhan sundew asal Afrika Selatan tumbuh di tanah yang tandus. Sundew bahkan dapat hidup di areal semi-gurun pasir. Ia diciptakan dengan kemampuan berburu yang sangat menarik, yang memungkinkan tumbuhan ini mendapatkan sari makanan yang tidak mungkin didapatnya dari tanah dengan cara lain. Daun-daun tumbuhan Sundew berbentuk seperti batang pipih yang memanjang dan dipenuhi rambut merah panjang. Ujung rambut-rambutnya dilapisi oleh cairan yang sangat kental dengan bau khas yang menarik perhatian serangga.
Seekor serangga yang pergi menuju sumber bau tersebut dan kemudian hinggap pada tumbuhan Sundew, akan menempel lengket pada rambutnya dan berusaha melepaskan diri dari salah satu perekat paling kuat di dunia ini. Di saat serangga berjuang untuk melepaskan diri, daun panjang Sundew bergerak melipat ke bawah untuk menggenggam serangga lebih erat. Segera setelah tumbuhan menjepit mangsanya, ia mencerna serangga perlahan-lahan dan memperoleh protein esensial bagi tubuhnya. Setelah mencerna seluruh bagian serangga yang dapat dimakan, tumbuhan sundew membuka dan memasang perangkapnya lagi. Sungguh menarik bahwa perekat kuat tersebut mampu menahan serangga agar tidak lepas. Dan pada saat yang sama, perekat ini sama sekali tidak menjadikan rambut-rambut tersebut saling menempel sedemikian erat hingga menghambat gerakan tumbuhan Sundew.
Tumbuhan yang tak dapat bergerak dari tempatnya, tapi dilengkapi dengan kemampuan memperoleh makanan yang mengagumkan ini adalah bukti nyata adanya penciptaan secara khusus dan sengaja. Sistem yang merupakan cerminan dari Ilmu Allah Yang Maha Luas tersebut tak mungkin dijelaskan melalui peristiwa kebetulan. Tak seorang pun yang berakal akan berpikir bahwa sang tumbuhan Sundew sendirilah yang menemukan sistemnya yang canggih. Oleh karena itu, keberadaan dan keluasan Ilmu sang Pencipta, Yang memberi kemampuan ini pada tumbuhan Sundew, sangatlah jelas. Semua tumbuhan mendapatkan makanan melalui sistem yang diciptakan secara khusus oleh Allah untuk mereka. Allah berfirman:
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata. (QS. Huud, 11:6)
Asal usul kehidupan merupakan prekursor evolusi biologis, namun pemahaman terhadap evolusi yang terjadi seketika organisme muncul dan investigasi bagaimana ini terjadi tidak tergantung pada pemahaman bagaimana kehidupan dimulai.[162] Konsensus ilmiah saat ini adalah bahwa senyawa biokimia yang kompleks, yang menyusuns kehidupan, berasal dari reaksi kimia yang lebih sederhana. Namun belumlah jelas bagaimana ia terjadi.[163] Tidak begitu pasti bagaimana perkembangan kehidupan yang paling awal, struktur kehidupan pertama, ataupun identitas dan ciri-ciri dari leluhur universal terakhir dan lungkang gen leluhur.[164][165] Oleh karena itu, tidak terdapat konsensus ilmiah yang pasti bagaimana kehidupan dimulai, namun terdapat beberapa proposal yang melibatkan molekul swa-replikasi (misalnya RNA)[166] dan perakitan sel sederhana.[167]
[sunting]
Nenek moyang bersama
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bukti nenek moyang bersama, Nenek moyang bersama, dan Homologi (biologi)
Hominoid merupakan keturunan dari nenek moyang yang sama.
Semua organisme di bumi merupakan keturunan dari leluhur atau lungkang gen leluhur yang sama.[168] Spesies masa kini yang juga berada dalam proses evolusi dengan keanekaragamannya merupakan hasil dari rentetan peristiwa spesiasi dan kepunahan.[169] Nenek moyang bersama organisme pertama kali dideduksi dari empat fakta sederhana mengenai organisme. Pertama, bahwa organisme-organisme memiliki distribusi geografi yang tidak dapat dijelaskan dengan adaptasi lokal. Kedua, bentuk keanekaragaman hayati tidaklah berupa organisme yang berbeda sama sekali satu sama lainnya, melainkan berupa organisme yang memiliki kemiripan morfologis satu sama lainnya. Ketiga, sifat-sifat vestigial dengan fungsi yang tidak jelas memiliki kemiripan dengan sifat leluhur yang berfungsi jelas. Terakhir, organisme-organisme dapat diklasifikasikan berdasarkan kemiripan ini ke dalam kelompok-kelompok hirarkis.[7]
Spesies-spesies lampau juga meninggalkan catatan sejarah evolusi mereka. Fosil, bersama dengan anatomi yang dapat dibandingkan dengan organisme sekarang, merupakan catatan morfologi dan anatomi.[170] Dengan membandingkan anatomi spesies yang sudah punah dengan spesies modern, ahli paleontologi dapat menarik garis keturunan spesies tersebut. Namun pendekatan ini hanya berhasil pada organisme-organisme yang mempunyai bagian tubuh yang keras, seperti cangkang, kerangka, atau gigi. Lebih lanjut lagi, karena prokariota seperti bakteri dan arkaea hanya memiliki kemiripan morfologi bersama yang terbatas, fosil-fosil prokariota tidak memberikan informasi mengenai leluhurnya.
Baru-baru ini, bukti nenek moyang bersama datang dari kajian kemiripan biokimia antar spesies. Sebagai contoh, semua sel hidup di dunia ini mempunyai set dasar nukleotida dan asam amino yang sama.[171] Perkembangan genetika molekuler telah menyingkap catatan evolusi yang tertinggal pada genom organisme, sehingga dapat diketahui kapan spesies berdivergen melalui jam molekul yang dihasilkan oleh mutasi.[172] Sebagai contoh, perbandingan urutan DNA ini telah menyingkap kekerabatan genetika antara manusia dengan simpanse dan kapan nenek moyang bersama kedua spesies ini pernah ada.[173]
[sunting]
Evolusi kehidupan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Garis waktu evolusi
Pohon evolusi yang menunjukkan divergensi spesies-spesies modern dari nenek moyang bersama yang berada di tengah[174] Tiga domain diwarnai berbeda, dengan warna biru adalah bakteri, hijau adalah arkaea, dan merah adalah eukariota.
Walaupun terdapat ketidakpastian bagaimana kehidupan bermula, adalah umumnya diterima bahwa prokariota hidup di bumi sekitar 3–4 milyar tahun yang lalu.[175][176] Tidak terdapat perubahan yang banyak pada morfologi atau organisasi sel yang terjadi pada organisme ini selama beberapa milyar tahun ke depan.[177]
Eukariota merupakan perkembangan besar pada evolusi sel. Ia berasal dari bakteri purba yang ditelan oleh leluhur sel prokariotik dalam asosiasi kooperatif yang disebut endosimbiosis.[83][178] Bakteri yang ditelan dan sel inang kemudian menjalani koevolusi, dengan bakteri berevolusi menjadi mitokondria ataupun hidrogenosom.[179] Penelanan kedua secara terpisah pada organisme yang mirip dengan sianobakteri mengakibatkan pembentukan kloroplas pada ganggang dan tumbuhan.[180] Tidaklah diketahui kapan sel pertama eukariotik muncul, walaupun sel-sel ini muncul sekitar 1,6 - 2,7 milyar tahun yang lalu.
Sejarah kehidupan masih berupa eukariota, prokariota, dan arkaea bersel tunggal sampai sekitar 610 milyar tahun yang lalu, ketika organisme multisel mulai muncul di samudra pada periode Ediakara.[175][181] Evolusi multiselularitas terjadi pada banyak peristiwa yang terpisah, terjadi pada organisme yang beranekaragam seperti bunga karang, ganggang coklat, sianobakteri, jamur lendir, dan miksobakteri.[182]
Segera sesudah kemunculan organisme multisel, sejumlah besar keanekaragaman biologis muncul dalam jangka waktu lebih dari sekitar 10 juta tahun pada perstiwa yang dikenal sebagai ledakan Kambria. Pada masa ini, mayoritas jenis hewan modern muncul pada catatan fosil, demikian pula garis silsilah hewan yang telah punah.[183] Beberapa faktor pendorong ledakan Kambria telah diajukan, meliputi akumulasi oksigen pada atmosfer dari fotosintesis.[184] Sekitar 500 juta tahun yang lalu, tumbuhan dan fungi mengkolonisasi daratan, dan dengan segera diikuti oleh arthropoda dan hewan lainnya.[185] Hewan amfibi pertama kali muncul sekitar 300 juta tahun yang lalu, diikuti amniota, kemudian mamalia sekitar 200 juta tahun yang lalu, dan aves sekitar 100 juta tahun yang lalu. Namun, walaupun terdapat evolusi hewan besar, organisme-organisme yang mirip dengan organisme awal proses evolusi tetap mendominasi bumi, dengan mayoritas biomassa dan spesies bumi berupa prokariota.[110]
1. Dionaea Muscipula
Dionaea Muscipula, lebih dikenal sebagai penangkap lalat Venus, mungkin adalah tanaman karnivora paling terkenal dan ia makan terutama pada serangga dan arakhnida. Penangkap lalat Venus merupakan tanaman kecil yang memiliki 4-7 daun yang tumbuh dari batang bawah tanah pendek.
Helai daun yang dibagi menjadi dua : tangkai daun berbentuk hati yang pipih dan sepasang lobus terminal berengsel di pelepah, membentuk perangkap yang sebenarnya adalah daun sejati.Permukaan bagian dalam dari lobus ini mengandung pigmen merah dan ujung-ujungnya mengeluarkan lendir.
Ini menunjukkan lobus tanaman gerak cepat dengan meletakkan menutup ketika rambut sensorik khusus dirangsang. Tanaman ini begitu maju sehingga dapat membedakan antara stimulus hidup dan stimulus yang tidak hidup.
Lobus menutup dalam waktu sekitar 0,1/detik. mereka dibatasi oleh tonjolan seperti duri kaku atau silia, yang menutup bersama dan mencegah mangsa besar dari melarikan diri. Setelah mangsa tidak dapat melarikan diri dan permukaan bagian dalam lobus terus dirangsang, tepi lobus tumbuh atau mencengkeram bersama, menyegel perangkap dan menciptakan sebuah “perut” tertutup di mana pencernaan dan penyerapan dapat terjadi
2. Aldrovanda vesiculosa
Aldrovanda vesiculosa, juga dikenal sebagai tanaman kincir air, adalah tanaman menarik tanpa akar, karnivora, dan juga tanaman air. biasanya memakan vertebrata kecil, menggunakan mekanisme yang disebut perangkap perangkap snap.
Tanaman ini terutama terdiri dari batang mengambang bebas, mencapai 6 – 11cm panjangnya. Daun perangkap tumbuh sepanjang 2-3mm tumbuh dari 5-9, berturut-turut sepanjang batang dekat pusat tanaman. Perangkap melekat pada petioles, yang berisi udara, dan membantu dalam pengapungan.
Ini merupakan tanaman berkembang sangat cepat dan bisa mencapai 4-9mm per hari, dalam beberapa hal bahkan menghasilkan ulir baru setiap hari. Sebagai tanaman tumbuh dari satu ujung, ujung lainnya akan terus mati.Perangkap pada dasarnya terdiri dari dua lobus yang sama untuk membuat perangkap menutup.
Bukaan dari perangkap keluar titik, dan tercakup dalam lapisan yang memicu rambut, yang akan menyebabkan trap untuk bertepuk menutup saat setiap mangsa yang datang terlalu dekat. kecepatan perangkap menutup adalah 10 mili/detik, membuatnya menjadi salah satu contoh gerakan tercepat tanaman dalam kerajaan hewan.
3. Byblis
Byblis, atau tanaman pelangi, adalah genus kecil asli tanaman karnivora Australia. Nama tanaman pelangi berasal dari tampilan yang menarik daun lendir mereka ditutupi di bawah sinar matahari. Meskipun tanaman ini terlihat mirip dengan Drosera dan Drosophllum, mereka tidak terkait pada kesamaan spesies dan dapat dibedakan dengan bunga zygomorphic dengan lima benang sari melengkung.
Daun memiliki penampang bulat, dan mereka cenderung sangat memanjang dan meruncing di ujungnya.
Permukaan daun benar-benar tertutup rambut kelenjar yang melepaskan zat mucilaginous lengket, yang pada gilirannya menjadi perangkap serangga kecil pada daun atau tentakel sebagai perangkap flypaper effect pasif.
4. Drosera
Drosera, umumnya dikenal sebagai sundews, terdiri dari salah satu genus tanaman karnivora terbesar, dengan sedikitnya 194 spesies. dapat ditemukan secara luas tersebar di setiap benua kecuali Antartika. Sundews, (tergantung pada spesies) dapat berbentuk mawar bersujud atau tegak, mulai dari 1 cm sampai 1m tinggi, dan dapat hidup sampai 50 tahun.
Sundews dicirikan oleh kelenjar tentakel bergerak, diatapi dengan cairan lengket manis. Ketika serangga tanah lengket pada tentakelnya , tanaman ini dapat menggerakkan tentakel lebih ke arah serangga untuk menjebak lebih lanjut. Setelah terperangkap, kelenjar sesil kecil akan mencerna serangga dan menyerap nutrisi yang dihasilkan, yang kemudian dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan.
5. Pinguicula
Pinguicula, atau butterworts, adalah sekelompok tanaman karnivora yang menggunakan zat lengket, kelenjar daun untuk memikat, menjebak dan mencerna serangga. Nutrisi dari serangga melengkapi kandungan mineral dari tanah yang miskin .Ada sekitar 80 spesies yang dapat ditemukan di seluruh Amerika Utara dan Selatan, Eropa dan Asia.
Daun-daun butterwort adalah indah dan biasanya berwarna hijau derah atau merah muda . Ada dua jenis khusus dari sel-sel ditemukan di sisi atas daun butterwort. Salah satunya dikenal sebagai kelenjar penduncular, dan terdiri dari sel-sel sekretori di atas sel batang tunggal. Sel-sel ini menghasilkan sekresi mucilaginous yang membentuk tetesan terlihat di permukaan daun, dan bertindak seperti flypaper effect. Sel-sel lainnya disebut kelenjar sesil. Mereka terhampar di permukaan daun dan menghasilkan enzim seperti amilase, esterase dan protease, yang membantu dalam proses mencerna.
6. Utricularia
Utricularia, atau dikenal sebagai bladderworts, adalah genus tanaman karnivora yang terdiri dari sekitar 220 spesies. Mereka tumbuh di air tawar dan tanah basah sebagai spesies darat maupun di perairan, di setiap benua kecuali Antartika.
Mereka adalah satu-satunya tanaman karnivora yang menggunakan perangkap kandung kemih. Sebagian besar spesies memiliki perangkap yang sangat kecil, di mana mereka dapat menangkap mangsa dalam sekejap, seperti protozoa. Perangkap dapat berkisar dari 0.2mm – 1.2cm, dengan perangkap yang lebih besar, menjebak mangsa yang lebih besar seperti kutu air dan bahkan berudu kecil.
Perangkap memicu rambut kecil melekat pada pintu jebakan. Kandung kemih, ketika set, berada di bawah tekanan negatif dalam hubungan ke daerah sekitarnya. Saat rambut pemicu jatuh, pintu perangkap terbuka, menghisap serangga dan air di sekitarnya, dan menutup pintu lagi, semua dalam hitungan 10 ribuan per detik.
7. Sarracenia
Sarracenia, atau tanaman Pitcher, adalah Genus tanaman karnivora di pesisir timur, Texas, danau besar dan Kanada timur selatan, dengan sebagian besar spesies yang hanya ditemukan di negara bagian tenggara.
Itu juga merupakan tanaman pertama dengan perangkap yang akan kita bahas.
daun tanaman telah berevolusi menjadi corong, dengan tudung seperti struktur berkembang selama pembukaan untuk mencegah air hujan dari menipiskan cairan pencernaan.
Serangga tertarik oleh warna, bau dan sekresi nektar seperti di bibir teko.permukaan licin, dibantu dalam setidaknya satu spesies, dengan obat hantaman nektar, menyebabkan serangga jatuh ke dalam dan mereka akan mati dan dicerna oleh protease dan enzim lainnya
8.Nepenthes
Nepenthes, tanaman pitcher tropis atau Tumbuhan cangkir monyet, yang lain genus tanaman karnivora dengan perangkap . Ada sekitar 130 spesies yang tersebar luas, dan dapat ditemukan di Cina, Malaysia, Indonesia, Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia, India, Kalimantan dan Sumatera. julukan “cangkir monyet” julukan berasal dari fakta bahwa monyet sering minum air hujan mirip dengan tumbhan ini.
Sebagian besar spesies Nepenthes adalah tanaman merambat tinggi (10-15m), dengan sistem akar dangkal. Dari batang Anda akan sering melihat pedang seperti daun berkembang, dengan sulur yang (sering digunakan untuk memanjat) menonjol dari ujung daun.
Pada akhir sulur tersebut, pitcher bentuk pertama sebagai bola kecil, yang kemudian mengembang dan bentuk cangkir. perangkap berisi cairan, yang dihasilkan oleh tanaman, yang mungkin ORS encer manis dan digunakan untuk menenggelamkan dan mencerna serangga. Bagian bawah dari cawan itu mengandung kelenjar yang menyerap dan mendistribusikan nutrisi. Kebanyakan tanaman ini kecil dan cenderung menjadi perangkap serangga saja, tetapi beberapa spesies yang lebih besar, seperti Nepenthes Rafflesiana dan Nepenthes Rajah, telah didokumentasikan untuk menangkap mamalia kecil seperti tikus.
9. Genlisea
Genlisea, lebih dikenal sebagai tanaman pembuka botol, terdiri dari 21 spesies dan umumnya tumbuh di darat basah untuk lingkungan perairan semi, dan tersebar di seluruh Afrika, tengah dan Amerika Selatan.
Genlisea adalah tumbuhan kecil dengan bunga kuning yang memanfaatkan perangkap lobster (Perangkap yang mudah untuk masuk tetapi tidak mungkin untuk keluar, seperti dengan menggunakan rambut kecil tumbuh menuju pintu masuk atau dalam kasus ini, yang pernah maju mendorong spiral).
Tanaman ini memiliki dua jenis daun – daun fotosintesis di atas tanah, dan daun bawah tanah khusus untuk menarik, menjebak dan mencerna organisme menit, seperti protozoa.daun bawah tanah ini juga melakukan tugas akar, seperti menyerap air dan pelabuhan, sebagai tanaman tidak memiliki apapun.
Daun bawah tanah ini bentuk tabung berongga di bawah tanah, tabung ini memiliki bentuk pembuka botol mendorong maju, dan dengan bantuan aliran air konstan, mikroba kecil bisa membuat jalan mereka ke dalam tabung, tetapi tidak dapat menemukan jalan keluar lagi. Ketika mereka mencapai bagian di dalam tabung, mereka akan dicerna dan diserap.
10. Darlingtonia Californica
Darlingtonia californica, juga disebut Bunga California atau Lilly Cobra, adalah anggota tunggal dari genus darlingtonia, dan asli Northern California dan Oregon.Mereka tumbuh di rawa dan merembes dengan air dingin dan, karena jarang di dataran, tumbuhan ini dianggap biasa.
Daun dari Lily Cobra yang bulat dan membentuk rongga kosong, dengan bukaan yang terletak di bawah balon, bengkak seperti struktur dan dua menunjuk daun tergantung dari ujung seperti taring.
Tidak seperti tanaman pitcher besar, Lilly Cobra tidak menggunakan perangkap jebak, melainkan perangkap lobster pot. Begitu di dalam, serangga yang bingung dengan lampu besar Speckles diizinkan untuk bersinar melalui tanaman.
Ketika mereka mendarat di sana, ada ribuan bulu-bulu halus lebat yang tumbuh ke dalam, mereka dapat mengikuti rambut yang lebih dalam terhadap organ pencernaan, tetapi mereka tidak bisa berbalik atau bergerak ke belakang untuk melarikan diri.
SUKSESI
Komunitas yang terdiri dari berbagai populasi bersifat dinamis dalam interaksinya yang berarti dalam ekosistem mengalami perubahan sepanjang masa. Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi ekologis atau suksesi.
Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem klimaks atau telah tercapai keadaan seimbang (homeostatis).
Di alam ini terdapat dua macam suksesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.
1. Suksesi primer
Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi secara alami, misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan Lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi. Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan kekeringan. Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Bila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai. Zat yang terbentuk karma aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks susunannya. Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya. Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya.
Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terns mengadakan pelapukan lahan.Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu. Lihat Gambar 7.11.
2. Suksesi Sekunder
Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan, balk secara alami maupun buatan. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Contohnya, gangguan alami misalnya banjir, gelombang taut, kebakaran, angin kencang, dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja.
1
YAYASAN MASJID PB SOEDIRMAN
SMK ISLAM PB SOEDIRMAN 2 JAKARTA
KELOMPOK BISNIS DAN MANAJEMEN
JL RAYA BOGOR KM 24 CIJANTUNG JAKARTA TIMUR
Kisi Kisi Ulangan Harian 2 Semester 5
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Hari / Tanggal : Selasa, 25 Oktober 2011
Waktu : 15 Menit
Kelas/ Jurusan : XII / AK, PS, AP, Animasi
Guru Mata Diklat : Bambang Ismayanto,S.Pd
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e dilembar jawaban yang benar !
1. Cheetah bekerja sendiri, kemungkinan hidup bagi cheetah jantan hanyalah ....
a. 1 tahun b. 2 tahun c. 3 tahun d. 4 tahun e. 5 tahun
2. Habitat Cheetah Ada beberapa populasi geografis terisolasi cheetah, yang semuanya ditemukan di ....
A. Amerika b. Jerman c. Australia d. Afrika e. Eropa
3. Cheetah (citah) berasal dari bahasa ....
a. Arab b. Cina c. Sansekerta d. Jepang e. Jawa
4. Penduduk Mozambique sering memberi julukan ... pada cheetah
a. magma b. magwa c. magna d. magar e. Magmar
5. Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut. Dilihat dari susunan dan fungsinya, suatu ekosistem tersusun atas komponen abiotik sebagai berikut, kecuali ....
a. petir
b. Lumpur
c. jamur
d. air
e. Cuaca
6. Proses memakan dan dimakan dalam ekosistem disebut...............
a. Rantai makanan
b. Piramida makanan
c. Perpindahan energi
d. Rantai karbon
e. siklus nitrogen
7. Tumbuhan Sundew tumbuh di daerah ....
a. dataran tinggi
b. pegunungan
c. estuari
d. hutan tropis
e. tandus dan gersang
8. Di sistem pertahanan perkembang biakkan dan berburu yang sangat rumit dari serangga yang termasuk binatang jenis ini menunjukkan disain yang mengagumkan pada serangga. Jumlah populasi serangga sangat menakjubkan. Untuk setiap manusia di bumi terdapat ... serangga.
a. 100 juta
b. 200 juta
c. 300 juta
d. 400 juta
e. 500 juta
9. Terdapat 30 juta jenis serangga banyak diantaranya bahkan belum diberi nama. Kumbang pembom adalah serangga yang menjadik obyek dari sejumlah besar penelitian. Yang membuatnya menarik banyak perhatian adalah senjata kimia sangat canggih dalam tubuhnya yang memiliki panjang sekitar ....
a. 10 cm
b. 8 cm
c. 6 cm
d. 4 cm
e. 2 cm
10. Senjata kimia Kumbang pembom adalah hasil reaksi kimia berantai sangat rumit yang terjadi dalam tubuh serangga. Sejumlah organ khusus bernama kantung sekresi menghasilkan campuran sangat pekat yang terbentuk dari dua zat kimia disebut ....
a. Hidrogen sulfat dan Hidroquinon
b. Hidroquinon dan ferioksida
c. Hidrogen feroksida dan Hidroquinon
d. Hidrogen dan hidroquinon
e. asam sulfat dan hidroquinon
11. Daun-daun tumbuhan Sundew berbentuk seperti batang pipih yang memanjang dan dipenuhi ....
a. rambut kuning panjang
b. rambut merahpendek
c. rambut rahcoklat panjang
d. rambut putih panjang
e. rambut merah panjang
12. Tanaman yang menarik tanpa akar, karnivora, dan juga tanaman air. biasanya memakan vertebrata kecil, menggunakan mekanisme yang disebut perangkap perangkap snap adalah Aldrovanda vesiculosa,, juga dikenal sebagai tanaman ....
a. Lobus
b. Byblis
c. venus
d. sundews
e. kincir air
13. Byblis, atau tanaman pelangi permukaan daunnya benar-benar tertutup rambut kelenjar yang melepaskan zat mucilaginous lengket, yang pada gilirannya menjadi perangkap serangga kecil pada daun atau tentakel sebagai perangkap flypaper effect pasif. Tanaman ini berasal dari negara ....
a. Australia.
b. Indonesia
c. Jepang
d. Amerika
e. Afrika
14. Utricularia, atau dikenal sebagai bladderworts, adalah genus tanaman karnivora yang terdiri dari sekitar 220 spesies. Mereka tumbuh di air tawar dan tanah basah sebagai spesies darat maupun di perairan, di setiap benua kecuali Antartika. Mereka adalah satu-satunya tanaman karnivora yang menggunakan perangkap ....
a. flypaper effect pasif
b. cairan lengket manis
c. kelenjar sesil.
d. kandung kemih
e. snap.
15. Drosera, umumnya dikenal sebagai sundews, terdiri dari salah satu genus tanaman karnivora terbesar, dengan sedikitnya 194 spesies. dapat ditemukan secara luas tersebar di setiap benua kecuali Antartika. Sundews, (tergantung pada spesies) dapat berbentuk mawar bersujud atau tegak, mulai dari 1 cm sampai 1m tinggi, dan dapat hidup sampai ....
a. 20 tahun
b. 50 tahun
c. 70 tahun
d. 80 tahun
e. 90 tahun
16. Genus tanaman karnivora dengan perangkap . Ada sekitar 130 spesies yang tersebar luas, dan dapat ditemukan di Cina, Malaysia, Indonesia, Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia, India, Kalimantan dan Sumatera. julukan ....
a. tanman pelangi
b. kantung semar
c. butterworts,
d. bladderworts
e. cangkir monyet
17. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem. Komponen abiotik yang terdapat pada akuarium adalah...............
a. Ikan
b. Tanaman air
c. Air
d. Lumut
e. cacing merah
18. Kambing, sapi, dan kerbau termasuk...............
a. Herbivor d. Omnivor
b. Pengurai e. autotrof
c. Karnivor
19. Organisme dibawah ini yang merupakan dekomposer adalah ....
a. Kupu-kupu
b. Jamur
c. Belalang
d. Semut
e. burung elang
20. Dunia yang kita huni dipenuhi oleh kehidupan yang dilengkapi dengan sistem yang sempurna dan mengagumkan. Beragam makhluk hidup yang menakjubkan, dari burung hingga tumbuhan, dan dari ikan hingga serangga,ekosistem tersusun atas....
a. Populasi dengan individu
b. Air, tanah, udara, dan cahaya
c. Populasi dengan komunitas
d. Komunitas dengan lingkungan abiotik
e. indiviu dan lingkungan a biotik
21. Tak perlu dipertanyakan lagi, asal-usul desain semacam ini tak mungkin dijelaskan sebagai sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, secara kebetulan atau sekedar fenomena alam biasa. Jelas bahwa Pencipta Maha Agung yang mengatur seluruh alam inilah yang memberi tumbuhan Venus kemampuan luar biasa. Inilah ciptaan Allah yang tiada bandingnya. Dalam sebuah ayat Alqur'an, dinyatakan dalam surat ....
a. Al-Ankabuut, 29:60
b. Annisa, 29:60
c. Al-baqarah, 29:60
d. Al-Anfal, 29:60
e. Al-hijr 29:60
22. Dibawah ini yang termasuk individu adalah...............
a. Serumpun bambu
b. Batu
c. Kelembaban udara
d. Air laut
e. hujan deras
23. Dalam kehidupan air ada ikan dan tumbuhan, ikan mengeluarkan zat yang sangat diperlukan oleh tumbuhan air, yaitu...............
a. Oksigen
b. Hidrogen
c. Karbondioksida
d. Karbon
e. fosfor
24. Sebuah akuarium yang dalam keadaan seimbang bila dipindahkan ke tempat gelap, maka tumbuhan yang mati terlebih dahulu, sebab ....
a. Habis dimakan ikan
b. Tidak dapat berfotosintesis
c. Kekurangan rabuk
d. dimakan bakteri
e. kekurarngan oksigen
25. Suatu daerah memiliki tanaman yang sangat rapat,jenisnya banyak, elembabannya tinggi, dan ditemukan iklim mikro yang sangat bervariasi. Daerah itu adalah ....
a. padang rumput
b. hutan basah
c. hutan gugur
d. taiga
26. kumpulan organisme atau populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi. Contoh dari ekosistem perairan terdapat komunitas sungai yang terdiri dari bermacam-macam organisme ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer.
a. organisme
b. ekosistem
c. ekologi
d. populasi
e. komunitas
27. Jika terjadi kompetisi, terdapat individu yang mati dan ada pula yang lestari, hal ini bergantung kepada ....
a. kemampuan individu untuk beradaptasi
b. kemampuan individu untuk berkembangbiak
c. kemampuan individu untuk lari
d. kemampuan individu untukmencari makanan
e. kemampuan individu untuk mencari habitat
28. Organisme yang mendapatkan energi paling sedikit dalam suatu rantai makanan adalah organisme yang menempati ....
a. tingkat trofik I
b. tingkat trofik II
c. tingkat trofik III
d. tingkat trofik IV
e. produser
29. Pertumbuhan populasi itu tergantung kepada hal-hal berikut ini, kecuali ....
a. daya biak spesies
b. adanya topografi
c. adanya penyakit
d. adanya predator
e. tersedianya makanan
30. Dalam suatu rantai makanan; tumbuhan, ulat, burung prenjak , burung elang pengurai, energi matahari terbesar terdapat pada ....
a. tumbuhan
b. ulat
c. burung prenjak
d. burung elang
e. pengurai
31. Bentuk interaksi yang terjadi antara pohon nangka dan tumbuhan paku tanduk rusa yang ada di sekitarnya berupa interaksi ....
a. Kompetisi
b. Simbiosis mutualisme
c. Predasi
d. Simbiosis komensalisme
e. Simbiosis parasitisme
32. Dalam tanah sekat akar pohon akasia hidup banyak makhluk hidup yang mirip satu dengan yang lainnya. Diantara mereka melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil. Makhluk hidup itu bersama-sama membentuk suatu ....
a. populas
b. komunitas
c. habitat
d. ekosistem
e. bioma
33. Tanaman jagung yang ditanam di bawah tumbuhan memiliki buah lebih kecil dibandingkan dengan pohon jagung yang tumbuh di tempat terbuka. Faktor apa yang mempengaruhinya?
a. kelembaban udara
b. suhu udara
c. kesuburan tanah
d. kelembaban tanah
e. cahaya matahari
34. Seorang petani berhasil mebasmi tikus dengan menggunakan anjing. Secara tidak sadar, petani ini memanfaatkan konsep ekologi ekosistem, yaitu ....
a. predasi
b. komensalisme
c. biologis
d. kompetisi
e. simbiosis
35. Kemungkinan persaingan pada daerah yang dihuni oleh satu spesies lebih tinggi dibandingkan jika dihuni oleh berbagai spesies. Hal ini disebabkan individu-individu dari satu spesies ....
a. mempunyai kebutuhan biologi yang sama
b. mempunyai angka kematian yang sama
c. mempunyai viabilitas yang sama
d. dapat menghasilkan keturunan lebih sedikit
e. kemungkinan untuk bermigrasi lebih sedikit
36. Hubungan makan memakan dalam rantai makanan beserta jumlahnya disusun dalam posisi vertikal akan membentuk gambaran seperti piramida yang dinamakan ....
a. piramida makanan
b. piramida ekologi
c. piramida jumlah
d. piramida energi
e. piramida trofik
37. Gunung merapi meletus dengan dahsyat sehingga daerah sekelilingnya mengalami pemusnahan komunitas. Suatu saat, daerah tersebut akan ditempati oleh suatu organisme sampai akhirnya tumbuh kembali. Peristiwa itu disebut ....
a. suksesi
b. ekosistem klimaks
c. suksesi sekunder
d. suksesi primer
e. ekisistem ekologis
38. Di daerah hutan hujan tropis, pohon utamanya bercabang banyak dan berdaun lebat sehingga satu sama lain membentuk ....
a. hutan tropis
b. kanopi
c. epifit
d. bioma
e. homogen
39. Escherichia coli adalah bakteri yang memakan sisa makanan yang tidak terpakai di dalam usus manusia. Kehadiran bakteri ini tidak menimbulkan penyakit pada manusia. Hubungan antara E. coli dan manusia merupakan hubungan yang bersifat ....
a. kanibalisme
b. mutualisme
c. komensalisme
d. predas
e. parasitisme
40. Pada suatu daerah yang baru dilanda bencana gunung meletus, organisme yang paling awal hidup adalah ....
a. pohon cemara
b. rumput
c. jamur
d. lumut
e. benalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar