mp3 bocahndeso

com/play/328272/Bocah_Ndeso-Bossanova_Jawa[/URL]

mp3 janji sliramu

jam

Sabtu, 29 September 2012

BAHAN BELAJAR UH 1 SEM 3 KELAS XI 2012

A.               PENGERTIAN LIMBAH DAN SAMPAH
Segala macam organisme yang ada dialam ini selalu menghasilkan limbah atau bahan buangan. Sebagian besar limbah yang dihasilkan oleh organisme yang ada dialam ini bersifat organik, kecuali limbah yang berasal dari aktifitas manusia yang dapat bersifat organik maupun anorganik. Limbah atau bahan buangan yang dihasilkan oleh berbagain kegiatan sering dinamakan juga dengan Anthropogenic Pollutans. Penamaaan demikian ini sekedar untuk membedakan bahwa selain manusia masih ada juga makhluk hidup lainnya/organisme yang menghasilkan limbah.
Setiap hari, kita membuang segala bentuk limbah, mulai dari bungkus permen, kulit buah hingga oli bekas. Disamping itu, pada waktu yang bersamaan berjuta ton limbah dihasilkan bidang pertanian, peternakan, industri, atau pertambangan.
Jadi, limbah dapat didefinisikan sebagai hasil buangan akibat aktivitas manusia maupun makhluk hidup lainnya, yang berbentuk padat, lumpur, cair, maupun gas yang dibuang karena tidak dibutuhkan atau tidak diinginkan lagi tetapi kadang-kadang masih dapat dimanfaatkan kembali dan dijadikan bahan baku. Limbah merupakan bahan buangan. Jika limbah tidak dapat dikelola dengan baik, limbah akan berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan sekitar, yaitu sebagai berikut.
1.                  Menjadi tempat bersarangnya binatang, seperti tikus, semut, kecoa, dan binatang sejenisnya.
2.                  Mengundang lalat dan menimbulkan aroma yang kurang sedap.
3.                  Menjadi sumber polusi (polutan) bagi lingkungan.
4.                  Menjadi sumber dan tempat hidup kuman.




Sampah menurut SNI 19-2454-1991(3) tentang Cara Pengolahan Tekhnik Sampah
Perkotaan, didefinisikan sebagai limbah yang bersifat padat terdiri atas zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi, dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan.

B.                JENIS LIMBAH BERDASARKAN ALAT PEMBUANGAN
Berdasarkan asal pembuangannya limbah dibedakan menjadi 5, yaitu.
1.                  Limbah Industri
Industri pertanian , pertambangan, kimia, logam, dan pabrik kertas merupakan penyumbang limbah terbesar. Industri menghasilkan sebagian besar limbah yang berbahaya. Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan industri dibedakan menjadi dua macam, yaitu.

a.                              Limbah Padat
Limbah padat  yang dihasilkan industri, meliputi kertas, plastik, dan sebagainya. Sebagian besar limbah padat yang tidak berbahaya dibuan kelubang-lubang galian atau dibakar seperti halnya sampah kota.
b.                              Limbah Cair
Limbah industri yang berbentuk cair umumnya berasal dari industri yang menggunakan bahan-bahan yang mengandung air sehingga dalam proses pengolahannya, air yang ada harus dibuang. Jenis industri yang menghasilkan limbah cair, diantaranya industri pulp dan industri rayon, pengolahan crumb rubber, minyak kelapa sawit, baja dan besi, minyak goreng, kertas, tekstil, dan sebagainya. Limbah cair industri mengandung bahan pencemar yang beracun dan berbahaya, dikenal dengan sebutan B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya).
Kerap kali limbah pembuangan pabrik berwarna keruh dan temperaturnya tinggi. Hal tersebut disebabkan dari pabrik membawa sejumlah padatan dan partikel, baik yang larut maupun mengendap.
Air yang tercemar memiliki ciri yang dapat didefinisikan secara visual maupun pemeriksaan laboratotium. Identifikasi visual dapat diketahui melalui kekeruhan air, warna, rasa, dan bau yang ditimbulkan serta indikasi lain. Sementara itu, identifikasi secara laboratorium ditandai dengan terjadinya perubahan kimia air karena mengandung bahan kimia berbahaya pada tingkat yang melebihi ambang batas. Perubahan sifat kimia air selain diserbabkan karena bahan kimia berbahaya, juga dapat disebabkan adanya mikroorganisme, seperti virus, bakteri, dan jamur, yang berperan sebagai dekomposer.
Secara umum, sifat limbah cair industri dibedakan berdasarkan karakteristik fisika, kimia, dan biologi.
a.                  Karakteristik fisik, yaitu perubahan yang ditimbulkan , meliputi padat, kekeruhan, bau, temperatur, serta daya hantar listrik dan warna.
b.                  Karakteristik kimia, yaitu bahan kimia yang terdapat dalam air akan memengaruhi sifat air yang dipengaruhi bahan kimia organik maupun anorganik, baik dalam tingkat keracunan, maupun bahayanya. Sifat air dipengaruhi bahan kimia organik maupun anorganik. Bahan kimia organik, meliputi karbohidrat, protein, minyak, lemak, pestisida, fenol, dan zat warna. Adapun bahan kimia anorganik, meliputi klorida, fosfor, logam berat, nitrogen, dan sulfur.
c.                  Karakteristik biologi, yaitu makhluk hidup yang terdapat dalam air akan memengaruhi sifat air dalam proses pencemaran. Makhluk hidup yang berperan, meliputi virus, jamur, dan bakteri.


1.                              Limbah Rumah Sakit
Rumah sakit merupakan salah satu faktor penghasil limbah yang besar. Limbah rumah sakit adalah bahan buangan yang berbentuk pada maupun cair yang berasal dari kegiatan rumah sakit, baik medis maupun nonmedis, yang mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun, dan radio aktif.
Limbah rumah sakit, jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan masalah, baik dari aspek pelayanan maupun estetika. Oleh karena itu, limbah yang dihasilkan rumah sakit harus mendapat penanganan khusus.
Limbah yang dihasilkan rumah sakit, meliputi limbah medis dan nonmedis.
a.                              Limbah Medis
Limbah medis dapat berupa padat, cair, dan radioaktif.
1)                                Limbah Padat
Limbah padat medis merupakan limbah langsung dihasilkan dari kegiatan diagnosis dan tindakan medis pada pasien. Limbah ini sering disebut sebagai sampah biologis.sampah biologis terdiri atas sampah dari ruang poliklinik, ruang perawatan, ruang bedah, atau ruang kebidanan.  Misalnya, perban, kasa, alat injeksi, kateter, swab, plester, masker, dan sebagainya.
2)                                Limbah Cair
Limbah cair medis merupakan limbah yang mengandung zat beracun, seperti bahan kimia anorganik. Zat buangan yang berasal dari air bilasan ruang bedah dan otopsi, jika tidak dikelola dengan baik atau langsung dibuang ke saluran pembuangan umum akan sangat berbahaya. Selain itu, juga dapat menimbulkan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan.
3)                                Limbah Radioaktif
Limbah radioaktif merupakan limbah hasil buangan yang berasal dari ruangan radiologi.

b.                  Limbah Nonmedis
1)                 Limbah padat nonmedis merupakan seluruh sampah padat diluar sampah hasil kegiatan rumah sakit. Misalnya, kantor/admisnistrasi, unit perlengkapan, ruang tunggu, ruang inap,n unit gizi/dapur, halaman parkir/taman, dan unit pelayanan. Sampah yang dihasilkan berupa kertas, karton, kaleng, botol, sisa makanan, sisa kemasan, kayu, logam, daun, ranting, dan bahan lainnya.
2)                 Limbah cair nonmedis, meliputi kotoran manusia yang berasal dari kloset, air bekas cucian dari labatory, kitchen sink, atau floor drain dari ruangan yang ada dirumah sakit.

2.                              Limbah Hotel
Hotel merupakan tempat umum (public place) yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum karena hotel adalah usaha pemberian usaha servis atau pelayanan kepada para pelanggan.
Hotel sebagai sarana umum yang perlu dijaga kebersihannya, agar terbebas dari limbah, serangga, atau binatang yang menjijikan, seperti kecoa atau semut. Hampir seluruh bagian hotel menghasilkan sampah. Penghasil utama sampah pada hotel adalah dapur umum, sedangkan yang lainnya pada umumnya tidak atau kurang menghasilkan sampah.
Oleh karena itu, sanitasi penting perannya. Sanitasi merupakan kesehatan khusus berkaitan dengan lingkungan. Contoh usaha termasuk dalam usaha sanitasi, meliputi pengawasan terhadap air, pengelolaan sampah, pencemaran udara, kebisingan, kebersihan umum, binatang pengerat serangga, keamanan, dan kebersihan bahan keamanan.
Jenis limbah yang dihasilkan hotel umumnya, meliputi sampah basah dan sampah kering.
a.                          Sampah Basah
Sampah yang termasuk dalam jenis ini adalah sampah hasil proses pengolahan makanan. Sampah ini memiliki sifat mudah membusuk dan dapat terurai dengan cepat sehingga dapat menimbulkan bau menyengat. Sampah jenis ini dihotel umumnya dihasilkan oleh restoran, kitchen, dan employee dinning room.
b.                          Sampah Kering
Sampah kering terdiri atas sampah yang  tidak terbakar ataupun yang dapat terbakar, yaitu yang dihasilkan oleh Kantor General Manager, Accounting Department, Housekeeping Department, Front Office Department, dan lainnya, tidak termasuk sisa makanan dan bahan mudah membusuk.
 Contoh sampah kering yang mudah terbakar adalah kertas, plastik, tekstil, kulit, dan sampah lainnya. Adapun jenis sampah kering yang tidak dapat terbakar adalah kaca, kaleng, besi, logam, alumunium, serta sampah bekas pertukangan oleh petugas maintenance hotel.

1.                          Limbah Pertanian dan Peternakan
a.       Pertanian
Swasembada pangan merupakan salah satu prioritas utama kebijakan pemerintah Indonesia. Kebergantungan pada impor, sebagai akibat jumlah penduduk yang tinggi, menyebabkan modernisasi pertanian. Misalnya, penggunaan mesin atau traktor dalam pengolahan sawah, penggunaan bibit unggul, pengairan secara irigasi, penggunaan pestisida untuk pemberantasan hama, dan penggunaan pupuk kimia.
Keberhasilan swasembada pangan, melalui program modernisasi pertanian ternyata berdampak terhadap masalh lingkungan. Contoh dari kegiatan pertanian misalnya pemupukan dengan menggunakan bahan kimia (NPK atau ZA) dan penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida seperti DDT, eldrin,dan dieldrin, untuk memberantas hama secara berlebihan dapat menyebabkan air di suatu lingkungan hidup menjadi tercemar. Penggunaan pupuk buatan dan pestisida secara terus menerus atau berlebihan akan menyebabkan kematian bagi organisme lain yang bukan sasaran dan juga menyebabkan kekebalan (resistensi bagi hama). Selain itu, penimbunan pupuk disuatu perairan dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan kondisi suatu perairan yang dipenuhi oleh tumbuhan air karena perairan tersebut kaya akan unsur hara atau nutrient, misalnya enceng gondok.

Gulma tersebut dapat menyebabkan pendangkalan suatu perairan karena gulma ini pertumbuhannya sangat cepat. Hal ini ditunjang dalam melakukan evapotranspirasi (evaporasi+transpirasi) yang sangat cepat. Di dalam proses evapotranspirasi tersebut, bahan pencemar ikut ikut terserap pula. Bahan pencemar akan tertimbun di dalam atau diuapkan bersama-sama air. Senyawa beracun yang terakumulasi. Lama kelamaan dapat menyebabkan gulam ini mati. Penumpukan gulma yang mati inilah penyebab timbulnya pendangkalan. Selain itu, gulma ini akan menutup permukaan perairan dan mengganggu tata kehidupan air lainnya.

Contoh pencemaran oleh limbah pertanian adalah sebagai berikut.
1)             Zat organoklorin pada DDT mengkibatkan kulit telur tipis, misalnya pada Burung Falconiformes sehingga daya tetes telur menjadi rendah.
2)             Pupuk yang terbawa aliran air sungai bermuara diwaduk, dapat menyebabkan eutrofikasi  sehingga mengganggu kehdupan ikan di waduk.

b.       Peternakan
Limbah yang dihasilkan dari bidang peternakan berupa sisa makanan, kotoran/feses, air bekas membersihkan kandang, dan sisa-sisa dari pembuatan kandang. Namun dari limbah-limbah tersebut yang sering menjadi masalah adalah limbah kotoran/feses karena menimbulkan bau tidak sedap, jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat. Fermentasi dari pencernaan ternak (enteric fermentation) menghasilkan sebagian besar limbah berupa gas metan. Gas metan inilah yang menimbulkan bau kurang sedap. Limbah gas metan, sebagai hasil fermentasi pencernaan dapat dikurangi dengan perbaikan kualitas makanan. Perbaikan kualitas makanan selain berdampak pada penurunan tingkat pencemaran gas metan, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas kualitas ternak.

1.                          Limbah Rumah Tangga
Sektor penghasil limbah selanjutnya adalah limbah yang berasal dari rumah tangga biasanya berupa pembuangan air dari kamar mandi, wc, dan dapur. Kotoran-kotoran itu merupakan campuran dari zat-zat kimia, bahan mineral, dan organik dalam banyak bentuk, termasuk partikel-partikel besar dan kecil, benda padat, sisa-sisa bahan larutan dalam keadaan terapung serta dalam bentuk koloid dan setengah koloid.
Limbah rumah tangga yang masuk ke perairan terbawa oleh air selokan atau air hujan. Bahan pencemar yang terbawa, antara lain feses, urine, sampah dapur (plastik, kertas, lemak, minyak, dan sisa-sisa makanan), deterjen, dan zat kimia lainnya.
Bahan organik yang mencemari perairan, penguraiannya membutuhkan banyak oksigen. Hal ini berpengaruh pada populasi fauna air karena hewan air hanya hidup dan berkembang dengan oksigen yang cukup.
Perairan yang telah tercemar berat oleh limbah rumah tangga ditandai dengan jumlah bakteri yang tinggi, adanya bau busuk. Busa, air yang keruh dengan BOD tinggi karena mengandung banyak sampah organik. Biochemical Oxygen Demand (BOD), yaitu banyaknya oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk menguraikan sampah organik.
Limbah yang dibuang ke sungai berupa bahan organik secara bertahap akan hilang oleh adanya aktifitas organisme atau dengan kata lain mengalami pembersihan sendiri (self purification). Namun, kegiatan tersebut mengakibatkan kandungan oksigen terlarut dalam air akan menurun. Hal ini mengakibatkan kematian bagi organisme tertentu. Hasil penguraian bahan organik berupa fosfat, akan meningkatkan kesuburan suatu perairan (eutrofikasi) atau memberi media bagi pertumbuhan tanaman, khususnya tumbuhan liar. Di sisi lain, eutrofikasi dapat menyebabkan berbagai kerugian, seperti mempersulit irigasi, mempersulit sarana transportasi, dan kurang menarik untuk pariwisata. Mengapa eutrofikasi dapat mempersulit sarana transportasi?
Dampak negatif lainnya karena pencemaran air oleh limbah rumah tangga antara lain timbulnya penyakit yang disebabkan makhluk hidup seperti disentri, cacingan, kolera, tipus, diare, atau gatal-gatal.
Menurut data badan pusat statistik (BPS), total sampah penduduk jakarta perhari adalah 6.000 ton pada 2011. berdasarkan asal/sumber penghasil sampah, total sampah yang dihasilkan sebagai berikut.
Tabel 1.1
Asal Sampah

No
Asal Sampah
Persentase
1
Pemukiman
52,97
2
Pasar
4,00
3
Sekolah
5,32
4
Perkantoran
23,35
5
Industri
8,97
6
Lain-lain
1,40

Berdasarkan data tersebut penghasil sampah terbesar adalah dari pemukiman. Dengan kata lain, limbah dari rumah tinggal yang mendominasi sebagian besar sampah dari berbagai sumber yang berbeda.

A.        LIMBAH BERDASARKAN WUJUDNYA
Jenis limbah berdasarkan wujud/bentuknya dibedakan menjadi 3, yaitu limbah padat, limbah cair, dan limbah berlumpur
1.         Limbah Padat
Pada dasarnya, limbah padat dapat digolongkan menjadi 2 golongan besar, yaitu limbah umum dan limbah khusus.
a.    Limbah Umum
Sampah umum ini dikelompokkan berdasarkan bahan pembentuk sampah, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah didegradasi/diuraikan oleh bakteri pengurai secara alami. Misalnya, sampah dapur seperti kulit buah, sayur, sisa makanan, dan sisa bahan makanan. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak atau sulit didegradasi oleh bakteri pengurai, dan alam membutuhkan waktu yang lama untuk mendegradasinya. Contoh sampah yang tidak dapat di degradasi, yaitu botol, plastk, kaleng, dan stereoform. Adapun sampah yang membutuhkan waktu yang lama untuk mendegradasikan, yaitu kertas, karton, dan pembungkus/dus.

b.    Limbah Khusus
Secara khusus, sampah dapat digolongkan menjadi beberapa kategpri, yaitu sebagai berikut.
1)                     Garbage
Garbage adalah sampah basah yang berasal dari tempat pengolahan makanan, seperti dapur rumah, restoran, kafe atau pasar. Contohnya, kulit buah, sayuran, potongan kue, dan buah.
2)        Rubbish
Rubbish adalah sampah kering yang mudah terbakar ataupun tidak mudah terbakar yang dihasilkan oleh rumah tangga, perkantoran, dan perdagangan. Contohnya, kayu, kertas, kain, dan sebagainya.
1)                     Ashes
Ashes adalah sampah yang berasal dari benda-benda yang tertinggal dari proses pembakaran, seperti abu.
2)                     Street Cleaning
Street cleaning adalah sampah yang berasal dari jalan, misalnya daun-daunan dan ranting.
3)                     Dead Animal
Dead animal adalah sampah yang berasal dari hewan yang telah mati atau bangkai binatang yang sudah mati, misalnya bangkai tikus.
4)                     Abondoned Vehicle
Abondoned vehicle adalah sampah yang berasal dari rongsokan kendaraan bermotor, misalnya ban bekas, jok bekas, dan bangkai mobil.
5)        Industrial Waste
Industrial waste adalah sampah yang berasal dari buangan industri, misalnya kabel dan benang.
6)                     Demolition Waste
Demolition waste adalah sampah yang berasal dari penghancuran bangunan suatu gedung. Misalnya puing-puing bangunan, lantai, potongan pipa, dll.
7)                     Hazardous Waste
Hazardous waste adalah sampah berbahaya, yang berasal dari rumah sakit, pertanian dan industri kimia yang dikategorikan limbah berbahaya dan beracun (B3). Misalnya, sisa bahan kimia, botol pestisida.
8)                 Water Treatment Residu
Water treatment residu adalah sampah yang berasal dari perusahaan air minum. Misalnya, bekas botol air kemasan.


1.             Limbah Cair
              Limbah cair dapat didefinisikan sebagai air sisa buangan yang berasal dari rumah tangga, industri, ataupun perkantoran yang sudah tidak digunakan lagi. Ada beberapa macam air limbah, yaitu limbah rumah tangga (limbah cucian dan limbah wc), limbah industri, limbah rumah sakit, dan limbah hotel serta restoran.
              Air limbah yang tidak disalurkan/diolah dengan baik, dapat mengotori tempat-tempat penampungan air yang mnyebabkan matinya sejumlah penghuni ekosistem perairan. Jika semakin banyak kotoran di sungai atau di tempat penampungan air yang lainnya maka akan makin sedikit pula oksigen terlarut sehingga dapat mengakibatkan ikan dan penghuni ekosistem perairan lainnnya mati.


2.             Limbah Berlumpur
            Limbah berlumpur merupakan gabungan antara limbah padat yang bercampur dengan air. Limbah berlumpur, terutama dihasilkan dari peristiwa bencana alam seperti banjir, longsor, dan tsunami. Peristiwa limbah berlumpur terbesar di Indonesia adlah lumpur Lapindo, yang terjadi di daerah Sidoarjo, Jawa Timur


A.                     LIMBAH BERDASARKAN SIFAT BAHANNYA

Berdasarkan sifat bahannya limbah dibedakan menjadi dua, yaitu.
1.                      Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
              Limbah cair industri mengandung bahan pencemar yang beracun dan berbahaya, dikenal dengan sebutan B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya). Limbah ini dapat berupa sampah atau buangan industri lainnya, misalnya jenis logam berat, arsenat, timah, krom, dan karbondioksida. Zat-zat tersebut dapat merusak organ tubuh manusia, bahkan beberapa di antaranya merupakan penyebab kanker. Tingkat bahaya keracunan yang disebabkan limbah ini bergantung pada jenis dan karakteristiknya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

2.                                   Limbah Domestik
              Limbah domestik dihasilkan dari aktivitas primer manusia. Limbah atau sampah yang dihasilkan berupa sisa makanan, plastik, kertas, kain, kayu, daun, logam, dan kadang-kadang sampah berukuran besar, seperti dahan pohon.
  





Tidak ada komentar:

Posting Komentar